Senin, 13 April 2020

Perlengkapan Ambalan

Perlengkapan Ambalan 




Untuk menunjang kegiatan yang diselenggarakan, Ambalan penegak juga harus di juga ditunjang dengan perlengkapan. Kelengkapannya sebagai berikut :
  1. Sanggar Gugusdepan         
  2. Bendera merah puti          
  3. Bendera Gudep      
  4. Bendera semaphore     
  5. Bendera morse 
  6. Peluit                    
  7. Tongkat                
  8. Tali                          
  9. Kompas                   
  10. Peta topografi     
  11. Tenda regu 
  12. Tenda dapur                                                            
  13. Alat kebersihan leng          
  14. Alat dan kotak P3K
  15. Alat dapur lengkap dan box penyimpanannya
  16. Lemari dan box penyimpanan alat kegiatan                   
  17. Perpustakaan dan buku-buku kepramukaan
  18. Tiang dan tempat tiang bendera
Klik Juga 


Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 





Adminitrasi Ambalan

Administrasi Ambalan




Pengertian administrasi dalam arti sempit adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan proses tulis menulis / ketatausahaan. Gerakan Pramuka merupakan organisasi yang menyelenggarakan pendidikan bagi generasi muda, memerlukan dukungan dalam hal administrasi. Hal ini dibutuhkan, dengan berbagai macam kepentingan sebagai :
  1. Data kongkrit.
  2. Alat ukur aktifitas kegiatan.
  3. Dukungan dan sarana yang dimiliki.
  4. Perkembangan dan kemajuan yang dicapai.
Aktifitas administrasi rutin yang dilaksanakan dalam satuan Gugus Depan antara lain :
  1. Surat menyurat.
  2. kearsipan.
  3. Penyusunan Laporan.
  4. Penyajian Data Satuan/ Gugus Depan.
Hal dalam Administrasi Ambalan
  1. Surat Menyurat.
Sebagai Alat komunikasi dalam bentuk tertulis yang disampaikan kepada pihak  lain,  dalam bentuk warta. Dalam menyusun surat ada berbagai macam bentuk surat, bentk surat dapat dipilih sesuai kebiasaan atau kebutuhan satuan.
Bagian-bagian dalam bagan surat :
a.    Kepala Surat/ heading
b.    Tanggal surat.
c.    Nomor surat.
d.    Lampiran.
e.    Perihal.
f.     Alamat dalam, kepada yang dituju.
g.    Salam pembuka.
h.    Isi Surat.
i.      Salam Penutup.
j.      Nama Jabatan, Penanngung jawab surat.
k.    Tembusan.
l.      Initial.

               

  1.  Kearsipan.
Adalah  proses pengaturan dan penyimpanan surat-surat secara sistimatis, sehingga bila dibutuhkan akan dapat diketemukan dengan cepat dan tepat. Surat yang masuk maupun keluar disimpan dalam suatu file atau filing kabinet yang disusun secara teratur.
Ada berbagai macam sistim penyimpanan, antara lain :
    1. Sistim Abjad.
    2. Sistim Subyek.
    3. Sisitim Geografis.
    4. Sistim Nomor.
    5. Sistim Khronologis.
  1. Penyusunan Laporan.
Laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban  tertulis yang berfungsi sebagai sumber informasi dalam hal mengetahui hasil yang dicapai dan pengambilan keputusan selanjutnya.
Berikut ini sistimatika/ batang tubuh laporan yang sering dipergunakan :
  1. Pendahuluan.
1)    Menyangkut latar belakang
2)    Masalah pokok laporan.
3)    Sistimatika pelaporan.
    1. Dasar hukum.
    2.  Maksud dan Tujuan kegiatan
    3. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
    4. Sistim penyelengaraan.
    5. Faktor Pendukung dan Permasalahan yang dihadapi.
    6. kesimpulan.
    7. Saran.
    8. Lampiran/ sumber bahan.
  1. Penyajian Administrasi dan  Data Satuan/ Gugus Depan.
Administrasi dan data di gugus depan sangat bermanfaat bagi seorang pembina maupun anggota, yaitu :
  1. Mempermudah dalam tata kerja maupun mengambil keputusan.
  2. Sebagai gambaran/ visualisasi gugus depan
  3. Sumber Pustaka dan sebagai bahan pembanding.
  4. Dapat melaksanakan pendidikan dan kegiatan sesuai yang direncanakan.
  5. Mengetahui kemampuan dan perkembangan yang dimiliki anggota Pramuka.
  6. Sebagai Alat mencapai Tujuan Gerakan Pramuka.                             

Buku Buku Administrasi Ambalan
  1. Jenis Buku Administrasi dalam Gugus Depan :
  1. Buku Induk.
  2. Buku Inventaris.
  3. Buku Risalah Rapat/ Pertemuan.
  4. Buku Keuangan dan buku iuran.
  5. Buku Ekspedisi.
  6. Buku Kegiatan/ Latihan.
  7. Buku Harian.
  8. Buku Log/ Log Book
  9. Buku Agenda Surat.
  10. Buku Sejarah dan Perkembangan Satuan.                           
  1. Jenis Daftar/ form administrasi satuan :
  1. Daftar hadir latihan.
  2. Daftar/ kartu perkembangan anggota.
  3. Daftar Tabungan.
  4. Form pendaftaran anggota.
  5. Form Program latihan rutin.
  6. Form Program kerja Tahun
Selain surat menyurat kebutuhan administrasi dalam amabalan adalah :
  1. Papan Nama Gugusdepan
  2. Papan Struktur Organisasi Gudep
  3. Buku Registrasi Peserta Didik
  4. Buku catatan pribadi peserta didik
  5. Buku presensi
  6. Buku daftar anggota
  7. Log book
  8. Buku inventaris satuan
  9. Buku iuran
  10. Buku administrasi dana dan keuangan satuan
  11. Buku registrasi pembina dan anggota Mabi
  12. Catatan notulen rapat / risalah rapat
  13. Formulir pelaksanaan kegiatan
  14. Buku agenda, verbal dan expedisi surat menyurat
  15. Buku acara kegiatan
  16. Program kegiatan
  17. Buku laporan keuangan bulanan 
  18. Buku inventaris gugus depan
  19. Catatan tentang pelaksanaan pelatihan (Program Kegiatan)
  20. Buku catatan pribadi setiap pembina
  21. Mengirimkan laporan Gudep ke Kwaran dan Kwarcab
  22. Buletin Gudep

Agar latihan di gugus depan dapat mencapai tujuan Gerakan pramuka dan tidak membosankan, seorang Pembina gugus Depan dapat mengatur kegiatan, memiliki materi latihan yang diminati Penegak di suatu Ambalan. Pemilihan tempat dan waktu kegiatan akan sangat mempengaruhi jalannya kegiatan. Mengenal dan memahami peserta didik merupakan kunci dari kesuksesan pembinaan dalam gerakan pramuka. Perlu diingat kesuksesan pembinaan dalam gerakan pramuka bukan di ukur seberapa jumlah piala/tropi yang didapat saat memenangkan suatu perlombaan, tetapi diukur dengan seberapa besar perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif peserta didik yang kita bina.
Contoh jadwal Latihan berkala di Ambalan;
  1. Upacara Pembukaan Latihan
  2. Latihan tradisi (PBB, Refleksi diri)
  3. Latihan inti
  4. Uji SKU dan SKK
  5. Refreshing (permainan, lagu, dinamika kelompok, dll)
  6. Upacara Penutupan


Diusahakan materinya bervareasi sehingga tidak membosankan, diselingi dengan kegiatan bakti, kegiatan sosial atau kegiatan yang mungkin saat itu sedang trend, serta menggunakan teknologi modern. Format latihan lain seperti kunjungan ke tempat bersejarah, museum, kunjungan ke pabrik, sentral usaha atau mungkin kunjungan ke polsek, koramil, panti asuhan, panti wreda dll.  Selain itu latihan gabungan antara gugus depan dan satuan lain juga dapat menjadi alternatif, selain untuk membuka wawasan juga dapat saling mengenal sesama anggota gerakan pramuka.
Keikutsertaan anggota penegak dalam satuan karya tertentu atau kegiatan lain seperti ubaloka juga harus di dukung oleh pembina dengan mempertimbangkan minat dan bakat dari peserta didik.  Selain itu untuk mendorong nilai-nilai kepemimpinan serta kematangan dalam organisasi, anggota yang dapat belajar melalui dewan kerja yang ada di tiap kwartirnya. Peran dan dukungan dari pembina baik secara moril dan materiil memang sangat penting dalam pembinaan di Gerakan Pramuka.
Ambalan dikatakan Aktif jika memenuhi standar sebagai berikut :
  1. Latihan rutin dengan upacara pembukaan dan upacara penutupan Latihan
  2. Perkemahan jum'at, Sabtu, Minggu (Perjusami)
  3. Pengembaraan                                                                       
  4. Kegiatan Satuan Karya
  5. Kegiatan Peduli Lingkungan
  6. Gladian Pemimpin Satuan (dianpinsat)
  7. Dewan Penegak aktif
  8. Dewan Kehormatan Penegak  aktif
  9. Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK)


Klik Juga 


Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 

Pusaka Ambalan

Pusaka Ambalan 



Pusaka di sini bukan berarti benda magis yang mempunyai kekuatan tertentu sehingga harus disembah atau di perilaku khusus. Pusaka ambalan Adalah berupa benda penuh arti dan makna yang merupakan lambang kehormatan Ambalan. Pusaka Ambalan biasa digunakan untuk kegiatan adat ambalan, misalnya mengawali musyawarah ambalan atau upacara adat ambalan.
Adapun tujuan kelengkapan ambalan adalah untuk memberi dorongan semangat dan kebanggan kepada para penegak agar berkembang daya cipta dan keaktifannya dalam melaksanakan kegiatan serta mewarisi dan meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan. Di samping itu juga dapat melatih disiplin, giat belajar, berlatih, bekerja dan berbakti yang dari pribadinya dalam mencapai cita-cita.
Pusaka Ambalan adalah  suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan.
Tujuan adanya Pusaka Ambalan adalah :
1.      Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya.
2.      Mendorong semangat dalam berbakti, berlatih dan bekerja.
3.      Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota.
4.      Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.
Jenis Pusaka ambalan dapat dipilih berupa : tombak, selendang, keris, panah,
senjata pelindung, kapak, blangkon, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif.
Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam mencapai tujuannnya.

Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan dan diatur oleh Ambalan sendiri, tidak diperkenankan menggunakan ritual gaib atau ritual yang bertentangan dengan agama atau kepercayaan tertentu.

Contoh Pusaka Ambalan






Contoh Filosofi Pusaka ambalan 

Filosofi Pusaka Ambalan


Cakra Baswara
Nun, di arena Kurukasetra tampak ribuan manusia menggelepar. Mereka serempak batuk-batuk sambil memegang dada yg panas & kepala yg tiba-tiba menjadi pusing, lalu ambruk di tanah.
Prabu Salya tersenyum menyaksikan kejadian yg mengerikan itu. Tujuannya adalah menunggu lawan seimbang yg akan dimajukan oleh pihak Pandawa. Pun, ajian pamungkasnya itu dikeluarkan semata-mata untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dia tahu bahwa ajian Candrabirawa miliknya itu tentu ada yg bisa menangkalnya, namun  dia tak tahu siapa yg dapat menanggulanginya.
Di seberang lautan manusia yg sedang berperang itu, dengan pandangan batinnya yg tajam, Kresna menyaksikan betapa mengerikan ajian Candrabirawa yg semakin lama terus membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, enambelas hingga kelipatannya dalam menjangkiti semua orang.
Di sebelahnya, para Pandawa menatap cemas menyaksikan ribuan manusia menjadi korban keganasan mahluk tak kasat mata itu.
"Kini saatnya kau maju ke Medan peperangan, wahai adikku Yudhistira. Tak ada yg dpt menandingi kakek Nakula dan Sadewa itu kecuali dirimu. Lihatlah perbuatannya yg begitu kejam membantai orang-orang tanpa belas kasihan lagi," kata Krisna.
Yudhistira yg berdiri di sebelahnya terhenyak ketika namanya disebut.
"Mengapa harus aku yg maju, kangmas Kresna?" tanya Yudhistira.
"Apa yg kau lihat itu, hai adikku?" Kresna balik bertanya.
"Aku melihat berjuta-juta mahluk berupa raksasa kerdil sedang menyerang banyak prajurit. Tidak hanya dari pasukan kita saja yg diserang, tapi pasukan Kurawa pun turut diserbunya. Aneh!," jawab Yudistira.
"Itulah kedasyatan Candrabirawa. Prabu Salya dulu mendapatkannya dari Resi Bagaspati, mertuanya, dan mertuanya itu memperolehnya dari wejangan arwah Sukrasana saat dia bertapa. Hanya manusia yg berjiwa tenanglah yg sanggup menghentikan. Majulah, hadapi kakekmu itu tanpa harus melawan. Turuti apa yg dikehendakinya. Bawalah panahku ini jika beliau memang menghendakinya," kata Krisna.
Yudhistira menerima sebuah panah bermata cahaya dari tangannya, lalu maju ke tengah kecamuk perang yg mengerikan dan aneh itu.
Dada Prabu Salya bergetar ketika Yudhistira maju dihadapannya dalam jarak beberapa puluh meter dalam sikap menyebah sebagai tanda bakti & hormat.
"Mengapa yg maju justru engkau, hai anakku Yudhistira? Aku menginginkan yg melawanku adalah adikmu si Bima yg gagah perkasa atau Arjuna yg pandai dlm hal memanah," kata Salya.
"Aku datang menghadap hanya minta tolong untuk menghentikan penyakit yg kau tebarkan itu, kek. Aku tak tega menyaksikan ribuan orang yg menjadi korban keganasannya. Kalau kau tak mau, segera bunuhlah aku daripada orang yg tak berdosa itu terbunuh. Jika aku mati, maka pihak Pandawa kalah. Itu sudah cukup," jawab Yudhistira.
"Oh, Yudhistira. Tidak semudah itu dalam peperangan ini. Jika kau ingin mati, maka panahlah aku dengan senjata di tanganmu itu, biar aku pun akan memanahmu dg senjataku," kata Prabu Salya.
Maka, dengan setengah hati Yudhistira menyanggupi tantangannya.
Senjata Cakra Baswara pemberian Kresna dilesatkan tanpa semangat, pun tak ditujukan ke arah lawannya melainkan hanya menghadap ke bawah. Matanya terpejam ketika senjata itu melesat lemah dari gandewa di tangannya.
Ajaib, panah itu justru melesat secepat kilat ketika terantuk tanah dan menghujam tepat  di dada prabu Salya yg meremehkan semangat perang Yudhistira si lelaki lemah lembut itu. Terdengar suara menggelegar dan seketika dia tersungkur tewas.
Pasukan manusia kerdil tak kasat mata yg sedang menyerang semua orang itu menjadi terkejut dan menghentikan perbuatannya. Tampaklah manusia dengan sinar suci berdiri dengan tenang hingga membuat mereka menjadi lemah dan akhirnya musnah.
Sejak kematian prabu Salya itu maka berangsur-angsur wabah aneh itu lenyap.
Cuplikan cerita filosofi nama Cakra Baswara


Klik Juga 


Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 

Pengetahuan dan Ketrampilan Populer

Musyawarah Gugus Depan Mugus

    Musyawarah Gugus Depan   Mugus di Gudep 12.081-12.082 SMA 6 Semarang Musyawarah Gugusdepan disingkat Mugus adalah pemegang kekuasa...