Senin, 13 April 2020

Pusaka Ambalan

Pusaka Ambalan 



Pusaka di sini bukan berarti benda magis yang mempunyai kekuatan tertentu sehingga harus disembah atau di perilaku khusus. Pusaka ambalan Adalah berupa benda penuh arti dan makna yang merupakan lambang kehormatan Ambalan. Pusaka Ambalan biasa digunakan untuk kegiatan adat ambalan, misalnya mengawali musyawarah ambalan atau upacara adat ambalan.
Adapun tujuan kelengkapan ambalan adalah untuk memberi dorongan semangat dan kebanggan kepada para penegak agar berkembang daya cipta dan keaktifannya dalam melaksanakan kegiatan serta mewarisi dan meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan. Di samping itu juga dapat melatih disiplin, giat belajar, berlatih, bekerja dan berbakti yang dari pribadinya dalam mencapai cita-cita.
Pusaka Ambalan adalah  suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan.
Tujuan adanya Pusaka Ambalan adalah :
1.      Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya.
2.      Mendorong semangat dalam berbakti, berlatih dan bekerja.
3.      Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota.
4.      Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.
Jenis Pusaka ambalan dapat dipilih berupa : tombak, selendang, keris, panah,
senjata pelindung, kapak, blangkon, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif.
Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam mencapai tujuannnya.

Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan dan diatur oleh Ambalan sendiri, tidak diperkenankan menggunakan ritual gaib atau ritual yang bertentangan dengan agama atau kepercayaan tertentu.

Contoh Pusaka Ambalan






Contoh Filosofi Pusaka ambalan 

Filosofi Pusaka Ambalan


Cakra Baswara
Nun, di arena Kurukasetra tampak ribuan manusia menggelepar. Mereka serempak batuk-batuk sambil memegang dada yg panas & kepala yg tiba-tiba menjadi pusing, lalu ambruk di tanah.
Prabu Salya tersenyum menyaksikan kejadian yg mengerikan itu. Tujuannya adalah menunggu lawan seimbang yg akan dimajukan oleh pihak Pandawa. Pun, ajian pamungkasnya itu dikeluarkan semata-mata untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Dia tahu bahwa ajian Candrabirawa miliknya itu tentu ada yg bisa menangkalnya, namun  dia tak tahu siapa yg dapat menanggulanginya.
Di seberang lautan manusia yg sedang berperang itu, dengan pandangan batinnya yg tajam, Kresna menyaksikan betapa mengerikan ajian Candrabirawa yg semakin lama terus membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, enambelas hingga kelipatannya dalam menjangkiti semua orang.
Di sebelahnya, para Pandawa menatap cemas menyaksikan ribuan manusia menjadi korban keganasan mahluk tak kasat mata itu.
"Kini saatnya kau maju ke Medan peperangan, wahai adikku Yudhistira. Tak ada yg dpt menandingi kakek Nakula dan Sadewa itu kecuali dirimu. Lihatlah perbuatannya yg begitu kejam membantai orang-orang tanpa belas kasihan lagi," kata Krisna.
Yudhistira yg berdiri di sebelahnya terhenyak ketika namanya disebut.
"Mengapa harus aku yg maju, kangmas Kresna?" tanya Yudhistira.
"Apa yg kau lihat itu, hai adikku?" Kresna balik bertanya.
"Aku melihat berjuta-juta mahluk berupa raksasa kerdil sedang menyerang banyak prajurit. Tidak hanya dari pasukan kita saja yg diserang, tapi pasukan Kurawa pun turut diserbunya. Aneh!," jawab Yudistira.
"Itulah kedasyatan Candrabirawa. Prabu Salya dulu mendapatkannya dari Resi Bagaspati, mertuanya, dan mertuanya itu memperolehnya dari wejangan arwah Sukrasana saat dia bertapa. Hanya manusia yg berjiwa tenanglah yg sanggup menghentikan. Majulah, hadapi kakekmu itu tanpa harus melawan. Turuti apa yg dikehendakinya. Bawalah panahku ini jika beliau memang menghendakinya," kata Krisna.
Yudhistira menerima sebuah panah bermata cahaya dari tangannya, lalu maju ke tengah kecamuk perang yg mengerikan dan aneh itu.
Dada Prabu Salya bergetar ketika Yudhistira maju dihadapannya dalam jarak beberapa puluh meter dalam sikap menyebah sebagai tanda bakti & hormat.
"Mengapa yg maju justru engkau, hai anakku Yudhistira? Aku menginginkan yg melawanku adalah adikmu si Bima yg gagah perkasa atau Arjuna yg pandai dlm hal memanah," kata Salya.
"Aku datang menghadap hanya minta tolong untuk menghentikan penyakit yg kau tebarkan itu, kek. Aku tak tega menyaksikan ribuan orang yg menjadi korban keganasannya. Kalau kau tak mau, segera bunuhlah aku daripada orang yg tak berdosa itu terbunuh. Jika aku mati, maka pihak Pandawa kalah. Itu sudah cukup," jawab Yudhistira.
"Oh, Yudhistira. Tidak semudah itu dalam peperangan ini. Jika kau ingin mati, maka panahlah aku dengan senjata di tanganmu itu, biar aku pun akan memanahmu dg senjataku," kata Prabu Salya.
Maka, dengan setengah hati Yudhistira menyanggupi tantangannya.
Senjata Cakra Baswara pemberian Kresna dilesatkan tanpa semangat, pun tak ditujukan ke arah lawannya melainkan hanya menghadap ke bawah. Matanya terpejam ketika senjata itu melesat lemah dari gandewa di tangannya.
Ajaib, panah itu justru melesat secepat kilat ketika terantuk tanah dan menghujam tepat  di dada prabu Salya yg meremehkan semangat perang Yudhistira si lelaki lemah lembut itu. Terdengar suara menggelegar dan seketika dia tersungkur tewas.
Pasukan manusia kerdil tak kasat mata yg sedang menyerang semua orang itu menjadi terkejut dan menghentikan perbuatannya. Tampaklah manusia dengan sinar suci berdiri dengan tenang hingga membuat mereka menjadi lemah dan akhirnya musnah.
Sejak kematian prabu Salya itu maka berangsur-angsur wabah aneh itu lenyap.
Cuplikan cerita filosofi nama Cakra Baswara


Klik Juga 


Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengetahuan dan Ketrampilan Populer

Musyawarah Gugus Depan Mugus

    Musyawarah Gugus Depan   Mugus di Gudep 12.081-12.082 SMA 6 Semarang Musyawarah Gugusdepan disingkat Mugus adalah pemegang kekuasa...